Lewati ke isi
Kabari Aku
Sawah tergenang memantulkan langit emas saat matahari rendah; di cakrawala barisan tentara pengepung dan tiga tiang asap, menara bata polos di tepi hutan jati.
Kaew duduk di leher Phlai Thong, gajah perang berzirah lakuer hitam dan perunggu, berdiri di sawah tergenang dengan pedang pendek di tangan kanan Kaew.
Kisah Pawang Gajah

Naresvan

Air naik setinggi lutut gajah.Musuh belum tahu.

Kaew dalam kuda-kuda rendah, zirah lamela coklat jati di atas sutra saffron, satu pedang terjulur ke kiri dan satu lagi terbalik di lengan bawahnya.

Kaew

Pawang gajah perang, 29 tahun

Peran
Pawang dan petarung pedang ganda
Asal
Kandang gajah istana, Krung Naresvan
Pasangan
Phlai Thong, gajah jantan 40 tahun

Kaew tumbuh di kandang gajah istana. Sejak umur sebelas ia tidur di jerami yang sama dengan Phlai Thong. Ia tidak punya gelar, hanya dua pedang pendek dan gajah yang mau mendengarnya.

Di tanah, pedang kanan menangkis dan pedang kiri menutup jarak. Di punggung gajah ia bertarung setinggi atap rumah, dan musuh harus mendongak untuk melihat siapa yang datang.

"Aku tidak memerintah dia. Aku minta, lalu dia memutuskan."

Cara Bermain

Empat hal yang kamu kerjakan di Naresvan, dari punggung gajah sampai lorong pasar ibu kota.

Tangkapan permainan: Kaew di punggung Phlai Thong menerjang barisan tombak di sawah tergenang, bar napas bersama di bawah layar.

Kaew dan Phlai Thong berbagi satu bar napas. Perintah berat menguras keduanya, dan gajah yang dipaksa terlalu lama akan menolakmu.

Phlai Thong

Gajah perang jantan, 40 tahun

Ia sudah melewati dua pengepungan dan satu banjir besar. Ia hafal jalan pulang, hafal wajah orang, dan ingat siapa yang pernah memukulnya.

Suasana hatinya hari ini

Telinganya mengibas pelan dan belalainya menyentuh air. Ia mau menerima perintah apa pun asal tidak terburu-buru.

  • Pematang di Bang Rachan tempat ia terperosok tahun lalu.
  • Gong kandang istana menjelang makan sore.
  • Bau besi gajah Mahasura dari seberang sungai.
Kepala Phlai Thong dari samping: kulit keriput berlumpur, telinga kiri sobek, gading pendek bersalut perunggu, zirah lakuer hitam di dahi dan bahu.

Dunia

Sungai di Naresvan tidak pernah diam di tempat yang sama.

Desa rumah panggung jati terendam air banjir sampai balok lantai; seekor gajah perang menyeberang jauh di belakang, perahu kecil di antara rumah.
4
provinsi di sekitar ibu kota
200 km²
sawah, hutan jati, dan sungai
10 jam
permainan untuk satu siklus banjir

Banjir datang bergelombang. Pematang yang hari ini kamu lewati bisa menjadi dasar sungai besok, dan desa yang kemarin kering hanya bisa dicapai dengan gajah atau perahu.

Desa Bang Rachan ada di tepi barat, paling dekat ke kemah pengepung. Penduduknya sudah menimbun padi di loteng dan menunggu air naik.

Menara bata merah polos yang ditumbuhi akar ara di tengah hutan jati yang tergenang; Kaew dan Phlai Thong lewat kecil di kakinya.
Menara bata di hutan jati. Pintunya terendam separuh tahun, jadi kamu hanya bisa naik saat air surut.
Krung Naresvan saat matahari rendah: tembok dan menara bata polos naik dari air, balairung jati beratap lakuer hitam, perahu panjang di kanal, tepi seberang terbakar.

Krung Naresvan

Ibu kota berdiri di pulau yang dikelilingi tiga sungai. Tentara dari barat sudah empat bulan berkemah di tepi seberang. Mereka menunggu musim kering, sedangkan Kaew menunggu banjir.

Ajarn Sombat, guru pedang tua berkepala plontos, memegang pedang latihan kayu tegak di samping wajahnya.

Ajarn Sombat

Guru pedang, 70-an

Ia mengajari Kaew memegang pedang kiri lebih dulu. Tangannya sudah gemetar, tapi pedang kayunya masih memukul tepat di tempat yang ia mau.

Lady Chanthra berselendang sutra saffron memegang surat daun lontar terlipat di dada, menoleh ke samping dalam cahaya lampu.

Lady Chanthra

Juru tulis istana

Setiap surat yang keluar dari istana lewat mejanya. Separuh surat yang masuk ke kemah musuh juga. Kaew tidak tahu Chanthra bekerja untuk siapa, dan Chanthra mungkin belum memutuskan.

Gajah perang raksasa berbalut pelat besi hitam, gading bertaji besi, menara besi berisi tombak di punggungnya. Jenderal Mahasura dalam zirah sisik besi dan helm berasap, memegang tombak lebar bertangkai besi menyilang tubuhnya.

Jenderal Mahasura

Panglima pengepung dari barat

Mahasura tidak tergesa. Ia membakar sawah satu per satu dan menunggu kota kelaparan. Gajahnya dibungkus pelat besi, dan tombak biasa patah di kulitnya.

Untuk menjatuhkannya kamu butuh air setinggi lutut gajah dan seekor gajah yang mau mendorong.

Phlai Thong menabrak gajah besi di sawah tergenang, air meledak ke udara, Kaew berdiri di leher gajahnya mengayun dua pedang dan seorang penombak jatuh dari menara besi.
Di sawah yang tergenang, besi tenggelam lebih dulu.

Duet

Beri Phlai Thong empat perintah dengan urutanmu sendiri. Napas kalian bergerak bersama, dan dua perintah berat berturut-turut membuatnya berhenti.

Tangkapan permainan Duet: Kaew di punggung Phlai Thong di tengah barisan tombak, bar napas bersama di bawah layar.
Kaew memberi perintah lewat kaki dan suara, tanpa menu.
Panah kiri dan kanan berpindah perintah.
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4

Phlai Thong menunggu di air setinggi lutut. Pengepung ada di pematang seberang.

Hasilnya muncul setelah perintah keempat.

Pedang Ganda

Dua bilah pendek bermata satu, ditempa di bengkel kandang gajah istana. Gagangnya dililit tali sutra saffron supaya tidak licin saat basah, dan satu bilah sudah gompal dekat ujungnya.

Dua pedang pendek melengkung bersilang, gagang lakuer hitam berlilit tali saffron, pelindung perunggu berbentuk riak air.

Tombak lebar milik penjaga tanggul. Jangkauannya cukup panjang untuk menahan belalai gajah lawan.

Rekaman dan Gambar

Kabari Aku

Naresvan rilis pada 2027. Tulis alamat surelmu dan kami kabari saat trailer berikutnya dan tanggal rilis sudah pasti.

PC PlayStation 5

Semua tujuan

Buka di YouTube